Breaking News
Loading...
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label otomotif. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 April 2014

Honda Dominan, Marquez Comeback!

Kabar Arena SANTIAGO DEL ESTERO – Gagal tampil mengesankan di sesi pertama, Marc Márquez bangkit di sesi latihan kedua GP Argentina. Diwarnai dominasi joki-joki Honda di lima besar, Márquez mengklaim status tercepat di sesi kedua hari pertama seri Santiago del Estero.
 
Sebelumnya lantaran terkendala problem ban, Márquez mesti puas menempati urutan ke-14 di sesi latihan pagi – waktu setempat. Tapi dengan catatan waktu terbaik 1 menit 39.313 detik, Márquez menjulan sebagai yang terlaju.
 
Jalannya sesi latihan sempat dipimpin Lorenzo lagi, setelah sempat menguasai sesi pertama. Namun torehan waktunya perlahan disalip Andrea Dovizioso. Nahas, rider Ducati itu mengalami kerusakan mesin saat terlihat kepulan asap pada motornya.
 
Di saat itulah, Márquez ambil alih pimpinan sesi sampai rampung. Kecelakaan sempat terjadi pada Andrea Iannone kala rem buritannya macet dan membuat ban belakangnya tergelincir di belokan kelima. Meski begitu, Iannone bisa menyelesaikan sesi setelah comeback dengan motor keduanya.
 
Pembalap Repsol Honda lainnya, Dani Pedrosa juga comeback setelah hanya finis ke-16 di sesi pertama. Namun di sesi siang, Pedrosa mampu mengunci tempat kedua setelah hanya berselisih 1,083 detik dari Márquez.
 
Aleix Espargaró terbilang stabil. Pembalap kelas terbuka NGM Forward itu masih bisa mengklaim tempat ketiga setelah di sesi pertama, sempat finis kedua. Rider LCR Honda, Stefan Bradl menghuni tempat keempat dan Dovi – sapaan Dovizioso, melengkapi lima besar sesi kedua.
 
Adapun Lorenzo, hanya bisa menempatkan diri di tempat kedelapan, tepat di belakang rekan setimnya di Movistar Yamaha, Valentino Rossi.
 
Hasil Lengkap Free Practice II GP Argentina 2014:
1. Marc Márquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 39.313s [Lap 16/18] 325km/h
2. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 40.396s +1.083s [18/18] 326km/h
3. Aleix Espargaró ESP NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 1m 40.566s +1.253s [15/16] 320km/h
4. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 40.891s +1.578s [18/20] 326km/h
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 41.042s +1.729s [5/11] 328km/h
6. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 41.303s +1.990s [16/20] 324km/h
7. Pol Espargaró ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 41.368s +2.055s [14/19] 322km/h
8. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 41.395s +2.082s [17/21] 323km/h
9. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 41.533s +2.220s [9/18] 324km/h
10. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici) 1m 41.924s +2.611s [11/13] 324km/h
11. Álvaro Bautista ESP Go&Fun Honda Gresini (RC213V) 1m 42.029s +2.716s [12/20] 326km/h
12. Yonny Hernández COL Pramac Racing (Desmosedici) 1m 42.128s +2.815s [14/16] 320km/h
13. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RCV1000R) 1m 42.348s +3.035s [14/18] 317km/h
14. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 1m 42.608s +3.295s [15/19] 313km/h
15. Nicky Hayden USA Drive M7 Aspar (RCV1000R) 1m 42.621s +3.308s [14/18] 311km/h
16. Héctor Barberá ESP Avintia Racing (Avintia) 1m 42.739s +3.426s [12/16] 308km/h
17. Broc Parkes AUS Paul Bird Motorsport (PBM-ART)* 1m 42.827s +3.514s [14/14] 302km/h
18. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 42.898s +3.585s [15/17] 318km/h
19. Danilo Petrucci ITA IodaRacing Project (ART) 1m 43.106s +3.793s [14/18] 307km/h
20. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Avintia)* 1m 43.125s +3.812s [7/14] 309km/h
21. Michael Laverty GBR Paul Bird Motorsport (PBM-ART) 1m 43.151s +3.838s [14/17] 307km/h
22. Scott Redding GBR Go&Fun Honda Gresini (RCV1000R)* 1m 43.165s +3.852s [15/16] 307km/h
23. Hiroshi Aoyama JPN Drive M7 Aspar (RCV1000R) 1m 43.347s +4.034s [12/18] 311km/h

Bangun dari Koma, Schumi Berbincang dengan Istri

Kabar Arena GRENOBLE – Sebuah berita gembira datang dari Michael Schumacher. Juara tujuh kali Formula One (F1) itu dikabarkan sudah terbangun dari koma, dan mengenal wajah dari istrinya.
 
Diketahui, Schumacher mengalami cedera otak setelah terjatuh saat bermain ski di pegunungan Alps di Prancis. Sejak Desember lalu, pria 45 tahun itu dinyatakan koma oleh pihak rumah sakit. Sejak saat itu juga Schumi, sapaan Schumacher, mulai menginap di rumah sakit.
 
Schumi sempat dinyatakan dalam kondisi kritis, tapi setelah beberapa kali dilakukan operasi oleh tim dokter di Rumah Sakit Grenoble, kondisinya sudah mulai stabil. Pria asal Jerman mulai memperlihatkan kondisi stabill, dan petanda peningkatan sadar dari komanya.
 
Kendati istri Schumi meminta kepada media untuk tidak memberitkan lagi kondisinya, spekulasi mengenai kondisi kesehatan mantan pembalap Ferrari dan Mercedes itu bermunculan di berbagai media.
 
Menurut salah satu sumber, manajernya sudah mengonfirmasi Schumi telah terbangun dari komanya dan berbicara dengan istrinya, Corinna. Meski demikian, belum ada pemberitaan resmi mengenai hal ini dari pihak keluarga Schumi.

Klaim Hattrick Terdepan, Marquez Pimpin GP Argentina

Kabar Arena SANTIAGO DEL ESTERO – Performa impresif Marc Márquez tak hanya dilakoni sepanjang sesi latihan, tapi juga kualifikasi. Untuk ketiga kalinya berturut-turut, joki Repsol Honda itu merebut pole position musim ini dan bakal memimpin race GP Argentina besok.
 
Sejak awal kualifikasi, laju Márquez tak tertandingi lawan-lawannya, termasuk Jorge Lorenzo. Sang juara bertahan mematok waktu terbaik 1 menit 37,683 detik dan membuat Lorenzo harus start di belakangnya menyusul selisih 0,742 detik dari Márquez.
 
Grid ketiga bakal diisi rekan setim Márquez, Dani Pedrosa dan disusulrider NGM Forward, Aleix Espargaró yang menggunakan ban soft khusus tim kelas terbuka, serta Andrea Dovizioso sebagai pelengkap lima penghuni start terdepan.
 
Kecelakaan sempat dialami joki Yamaha Tech3, Bradley Smith di paruh pertama kualifikasi, akibat selip ban belakang. Beruntung, Smith tak mengalami cedera berarti dan akan start di posisi tujuh, tepat di belakang Valentino Rossi.
 
Hasil Lengkap Kualifikasi GP Argentina 2014:
1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 37.683s [Lap 5/6] 327km/h
2. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 38.425s +0.742s [6/7] 322km/h
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 38.651s +0.968s [7/8] 325km/h
4. Aleix Espargaro ESP NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 1m 38.794s +1.111s [6/7] 320km/h
5. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 38.856s +1.173s [5/6] 324km/h
6. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 38.949s +1.266s [6/8] 321km/h
7. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 38.958s +1.275s [8/8] 322km/h
8. Andrea Iannone ITA Pramac Racing (Desmosedici) 1m 39.237s +1.554s [5/7] 325km/h
9. Stefan Bradl GER LCR Honda MotoGP (RC213V) 1m 39.297s +1.614s [2/2] 323km/h
10. Alvaro Bautista ESP Go&Fun Honda Gresini (RC213V) 1m 39.429s +1.746s [7/8] 325km/h
11. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1)* 1m 39.822s +2.139s [2/8] 321km/h
12. Nicky Hayden USA Drive M7 Aspar (RCV1000R) 1m 40.541s +2.858s [7/7] 310km/h
13. Scott Redding GBR Go&Fun Honda Gresini (RCV1000R)* 1m 40.238s
14. Colin Edwards USA NGM Forward Racing (Forward Yamaha) 1m 40.476s
15. Karel Abraham CZE Cardion AB Motoracing (RCV1000R) 1m 40.615s
16. Hiroshi Aoyama JPN Drive M7 Aspar (RCV1000R) 1m 40.616s
17. Yonny Hernandez COL Pramac Racing (Desmosedici) 1m 40.691s
18. Broc Parkes AUS Paul Bird Motorsport (PBM-ART)* 1m 40.981s
19. Michele Pirro ITA Ducati Team (Desmosedici) 1m 41.018s
20. Michael Laverty GBR Paul Bird Motorsport (PBM-ART) 1m 41.103s
21. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Avintia) 1m 41.129s
22. Mike Di Meglio FRA Avintia Racing (Avintia)* 1m 41.267s
23. Danilo Petrucci ITA IodaRacing Project (ART) 1m 41.686s

Senin, 21 April 2014

Hayden Berharap Banyak di GP Argentina

Arena Sports MADRID – Penampilan Nicky Hayden pada dua balapan awal MotoGP memang tidak terlalu membanggakan. Untuk itu, Hayden berharap dapat membuat kejutan ketika balapan lanjut di Argentina, pekan ini.
 
Pekan depan, Argentina mendapatkan kesempatan untuk menggelar balapan motor paling bergengsi ini di Sirkuit Termas de Rio Hondo. Ini sekaligus menandai kembalinya ajang MotoGP ke Argentina, yang terakhir menggelar balapan pada 1999.
 
Hayden memang selalu akrab dengan lintasan baru. Tercatat, pembalap Aspar ini pernah naik podium ketika pertama kali mengunjungi to Aragon (2010), Indianapolis (2008) dan Istanbul Park (2005).
 
Kali ini, para pembalap MotoGP kembali akan merasakan ketegangan ketika melintas di Termas de Rio Hondo. Hayden tentu sangat berharap kesuksesan-kesuksesan itu dapat menular di Argentina.
 
“Saya sangat menyukainya. Di masa lalu, trek baru memang selalu menyenangkan untuk saya,” kata Hayden, mengenai tantangan menghadapi trek baru itu, sebagaimana diberitakan Crash, Kamis (17/4/2014).
 
“Mendapatkan hasil yang sama di setiap lintasan memang menyenangkan, tapi saya selalu sudah tidak sabar untuk mencoba sebuah trek baru dan menggas motor secepat mungkin,” tambah pembalap asal Amerika itu.

Jajal Paketan Baru Suzuki, Ini Tanggapan De Puniet

Arena Sports AUSTIN – Merampungkan sesi tes hari ini waktu setempat di Austin, Suzuki mendapati perkembangan positif, terutama setelah menjajal paketan spec baru pada mesin dan sasisnya. Randy De Puniet mengaku progres Suzuki kian potensial jelang comeback ke MotoGP.
 
De Puniet yang kembali ambil bagian di sesi tes bersama legenda Kevin Schwantz, Nobuatsu Aoki serta joki Superbike, Yoshimura Suzuki, mencatatkan waktu tercepat 2 menit 05,85 detik dari total 62 lap yang dilahapnya di sirkuit sepanjang 5,315km tersebut.
 
“Saya senang kami telah menemukan perkembangan besar, terutama pada koneksi throttle dan kontrol traksi. Kami juga bekerja keras untuk menemukan setting-an yang tepat pada elektronik baru dan kami mendapati kombinasi yang bagus,” ujar De Puniet.
 
“Kami juga mengerjakan sasis yang sudah kami pilih dan hasilnya positif. Paketan baru ini lebih baik dan saya ingin punya hari tambahan untuk bisa bekerja lagi. Apalagi saya juga sudah berminggu-minggu tak mengendarai motor dan saya juga butuh penyesuaian feeling lagi,” imbuhnya.
 
Menyoal ban, pembalap asal Prancis itu juga mengaku senang meski suhu di sirkuit dan aspal trek cukup panas. Pun demikian, degradasi ban sedikit-banyak membuatnya tak bisa ‘ngegas pol’ di beberapa sektor trek.
 
“Kami tak ketinggalan mencoba ban, hasilnya lebih baikd dan bisa dilihat dari catatan waktu. namun sayangnya, saya tak bisa mencoba akselerasi maksimal karena ada sedikit masalah. Namun saya merasa Suzuki punya potensi besar untuk bisa mengembangkan performa lebih baik lagi,” lanjutnya lagi, seperti dikutip PaddockTalk, Jumat (18/4/2014).
 
“Sekarang, kami akan ke Argentina – trek yang tentunya masih sangat baru. Tapi saya senang kami bisa segera ke sana (untuk tes lagi usai GP Argentina) dan semoga saya masih mampu mengeluarkan kemampuan terbaik di sesi tes nanti,” tutup De Puniet.

Rampungkan Tes Austin, Suzuki Kantongi Data Positif

Arena Sports AUSTIN – Mengakhiri sesi tes di Austin, Suzuki memang belum bisa mendongkrak hasil waktu lap yang melebihi harapan. Namun di sisi lain, tim pabrikan Jepang itu mengaku mendapati kombinasi yang positif dengan pasokan spec mesin dan sasis baru.
 
Team Director Satoru Terada memang ingin menjajal bagaimana pengaruh mesin, sasis dan perangkat elektronik baru di Circuit of Americas, jelang kembalinya Suzuki ke pentas MotoGP tahun depan.
 
Terlepas dari hasil lap-time yang dicatatkan Randy De Puniet dan legenda Kevin Schwantz, setidaknya Suzuki mendapati data dan informasi berharga pada motornya dengan paketan baru tersebut.
 
“Performa kami dalam hal catatan waktu, memang seharusnya bisa lebih baik, tapi poin pentingnya adalah, kami meninggalkan Austin dengan informasi yang bagus tentang motor kami dan juga tentang sirkuit ini,” ujar Terada, seperti dinukil PaddockTalk, Jumat (18/4/2014).
 
Suzuki bakal terus menggelar tes dan sesi berikutnya, akan dilakoni Suzuki di Argentina usai MotoGP menghelat seri ketiga di sirkuit Autódromo Termas de Río Hondo.
 
“Kami juga menikmati waktu bersama Schwantz yang mengendarai motor kami dan juga berbagi data sirkuit dengan tim Yoshimura yang didukung Suzuki Motor of America. Sekarang, kami menatap Argentina, di mana kami akan melakukan tes lagi pada Selasa dan Rabu usai balapan MotoGP,” tuntasnya.

Spies Mengaku Mustahil Membalap Lagi

Arena Sports DALLAS – Ben Spies mengaku sudah legowountuk mengalah pada kondisi bahunya. Walau hasrat dan gairahnya masih ingin mengaspal menunggangi kuda besi, namun Spies merelakan kariernya dinyatakan berakhir dan mustahil bisa comeback. 
 
Tahun lalu, jadi tahun terakhir Spies di panggung MotoGP bersama tim Pramac Ducati. Tapi musim 2013 pun gagal dijalaninya dengan manis. Kondisi bahunya akibat cedera pada penghujung 2012 tak berangsur pulih, bahkan sampai sekarang.
 
“Tentu saya sempat berpendapat untuk tak mengatakan ‘tidak’ perihal comeback, tapi saya merasa100 persen takkan terjadi, kecuali muncul sesuatu yang dramatis tentang dunia medis. Menyebalkan rasanya, tapi jika saya mencoba kembali, akan membahayakan bahu saya,” aku Spies, seperti disadur MCN, Jumat (18/4/2014).
 
Spies pun mesti pensiun prematur tapi mengaku bisa menerimanya. Bicara balapan, kini Spies hanya bisa mengenang masa-masa kejayaannya di Yamaha pada 2010 dan setahun setelahnya di balik masa-masa buruk pada 2012.
 
“Setidaknya keputusan pensiun saya tak terlalu dibesar-besarkan (media) dan itu cara yang saya inginkan. Dengan begitu, saya tak terlalu emosional walau tetap berharap bisa mengakhiri karier dengan catatan yang lebih baik. 2012 merupakan tahun yang buruk dan tahun lalu, seharusnya saya tak lanjut membalap,” imbuhnya.
 
“Saya memiliki satu musim yang tak mengenakkan. Saya bisa terima dan tak menyesalinya. Padahal saya merasa bisa memenangkan beberapa seri di MotoGP jika keadaannya tak seperti itu. Saya merasa bisa bersaing di tiga besar klasemen, walau target gelar tak pernah jadi perhatian saya. Saya realistis dan tahu bahwa itu takkan pernah terjadi,” tambah Spies lagi.
 
Meski kariernya sudah berakhir, bukan berarti Spies tak punya kehidupan lain untuk dijalani. Joki Amerika Serikat ini masih punya aktivitas lain bersama tim balap sepedanya, Elbowz Racing dan juga dengan bisnis restoran Stackhouse miliknya di Dallas.
 
“Pastinya saya takkan bermalas-malasan dan menjadi gemuk dengan sering menikmati tiramisu usai makan! Saya punya kabar bagus di bulan dengan dengan tim sepeda saya di mana tim kami sudah meningkat ke level yang lebih tinggi,” sambungnya.
 
“Saya juga ingin menetap dan menjalani kehidupan yang normal. Saya bisa menikmatinya dan saya menyukai kehidupan seperti ini. Kehidupan yang jauh dari sorotan publik,” tuntas Spies.

Yamaha Tuntut Lorenzo Tebus Kesalahan

Arena Sports GERNO DI LESMO – Tak hanya Jorge Lorenzo yang tentunya kecewa dengan hasil di dua seri terakhir. Bos Yamaha, Wilco Zeelenberg juga mengaku kecewa sembari berharap, Lorenzo mampu mewujudkan tuntutan guna merespons balik dan menebus dua kegagalannya di Losail dan Austin.
 
Tuntutan yang lebih kepada dorongan yang sedianya diutarakan Zeelenberg, setelah tertinggal jauh dari sang juara bertahan, Marc Márquez di papan klasemen MotoGP usai GP pembuka di Qatar dan disusul GP Americas lalu.
 
Di Losail, Lorenzo gagal merampungkan balapan usai terjatuh dan di Austin, Lorenzo dikenai penalti drive-through lantaran jump start saat memulai balapan walau akhirnya, Lorenzo berusaha comeback dan setidaknya, mendulang enam poin pertamanya dengan finis ke-10.
 
“Akan jadi tantangan besar untuk menebus apa yang sudah hilang dari kami. Musim ini masih dini tapi Marc sudah menang dua seri berturut-turut dan dia merupakan juara bertahan. Sementara kami harus menyingkir dan memberinya pujian atas capaian itu,” ujar Zeelenberg kepada MCN, Minggu (20/4/2014).
 
“Kami harus merespons. Akan jadi tantangan berat tapi kami takkan menyerah. Kami hanya bisa fokus dari seri ke seri, tapi tantangan pertamanya ada pada usaha dan kerja keras kami mengincar podium dan memberikan fans sebuah sajian yang pantas mereka dapatkan,” lanjutnya.
 
Zeelenberg menitikberatkan harapannya pada tantangan dan kerja keras. Dua hal ini yang dia inginkan bisa dicapai Lorenzo jelang GP Argentina di akhir bulan ini. Zeelenberg meyakini Lorenzo masih punya mental baja dan persoalan menang atau kalah, takkan jadi soal utama.
 
“Menang atau tidak (di Argentina), Jorge setidaknya harus bisa berada di posisi terdepan bersaing dengan pembalap lain. Kondisi seperti ini baru buatnya untuk memulai musim dan kami sudah kehilangan banyak poin. Tapi jika ada satu pembalap yang punya mental kuat, saya yakin itu adalah Jorge,” tutup Zeelenberg.

Tampil Buruk di GP China, McLaren Salahkan Cuaca

arenasports SHANGHAI – McLaren tampil mengecewakan dalam perlombaan Formula One (F1) GP China akhir pekan lalu. Namun pihak tim yang berbasis di Wokin ini berdalih semua itu karena faktor cuaca yang menghambat kesuksesan dua pembalapnya.
 
Pembalap andalan McLaren, Jenson Button hanya menempati posisi 11 dan Kevin Magnussen harus puas berada di posisi ke-13. Keduanya bahkan harus tertinggal satu lap dari peraih podium, Lewis Hamilton yang berjaya dengan mencatatkan waktu 1 jam 35 menit.
 
Pada dua hari, cuaca di sirkuit Shanghai memang berbeda. Saat kualifikasi hujan membasahi sirkuit yang memiliki panjang 5.451 km ini, namun pada race, cuaca begitu terik. Namun pihak McLaren lewat Eric Boullier mengklaim kinerja timnya tergantung dari cuaca.
 
“Sejujurnya, apa yang sulit untuk menjelaskan, bahwa jika Anda melihat Bahrain, kecuali Mercedes, kami mengejar Force India dan kami bisa mencapainya, dengan strategi yang lebih baik, bahkan hingga finis di podium,” ucap Boullier, kepada Autosport, Senin 21 April 2914.
 
"Jadi sepertinya jarak kinerja mobil kami bekerja dalam cuaca tergantung. Jika terlalu panas kami keluar, jika terlalu dingin kami juga akan melakukan hal yang sama. Kami kehilangan downforce (daya dorong), jadi kami tidak bisa memanfaatkan ban semudah yang dilakukan Mercedes dan Red Bull,”klaimnya.

Red Bull Digoyang Isu Disharmonisasi

Arena Sports SHANGHAI - Selalu ada kisah tertinggal di setiap seri Formula One (F1) yang menarik untuk diperbincangkan. Terakhir, pada Grand Prix (GP) China Minggu kemarin menyisakan sebuah pertanyaan, apakah terjadi disharmonisasi dalam internal Red Bull?

Spekulasi ini mencuat menyusul upaya kubu Red Bull menerapkan team order. Sebastian Vettel diminta memberikan jalan untuk rekan setimnya, Daniel Ricciardo. Seperti diketahui, Vettel dan Daniel Ricciardo terlibat dalam sebuah insiden. Tepatnya di lap ke-25 dimana Vettel diminta untuk memberikan jalan kepada Ricciardo yang memiliki kondisi ban dan kecepatan mobil lebih baik.

Namun, juara dunia empat kali tidak begitu saja menuruti perintah dari paddock tim. Malahan, ia balik bertanya mengenai strategi yang dipakai tim yang bermarkas di Milton Keynes dan sempat berujar ‘sial’. Dengan berat hati Seb- sapaan akrab Vettel- memberikan jalan kepada Ricciardo. Reaksi tersebut memberikan tanda tanya apa yang saat ini terjadi pada tim yang mendominasi F1 empat tahun terakhir.

Untuk diketahui, kedua jagoan Red Bull telah memiliki strategi tersendiri di GP Tiongkok tahun ini dengan melakukan dua kali pit stop. Namun kondisi di lapangan sempat membuat tim memutuskan Vettel untuk melakukan tiga kali pit stop, untungnya niat itu diurungkan.

Sebagai seorang bos, Christian Horner pun pasti melihat ada keganjilan pada reaksi yang ditunjukan anak buahnya itu. Akan tetapi, dirinya bersikukuh bahwa itu adalah sebuah kewajaran ketika seseorang ingin selalu tampil kompetitif dan tidak menyerah begitu saja.

“Dia (Vettel) adalah seorang pembalap, kami memperkerjakan orang-orang ini (Vettel dan Ricciardo) karena mereka memiliki semangat untuk berjuang. Vettel tidak akan menjuarai F1 selama empat kali dengan tidak menjadi seorang pembalap,” ungkap Horner, kepada Autosport, Senin (21/4/2014).

“Tentu saja, dia bertanya untuk memahami situasi yang terjadi, tapi setelah ia mengerti alasan dari keputusan kami dia langsung memberikan jalan,”sambungnya.

Walaupun sempat tertahan beberapa saat di belakang Vettel, Horner mengaku hal tersebut tidak berpengaruh kepada kesempatan tim untuk merebut posisi Fernando Alonso yang untuk pertama kalinya pada musim ini naik podium (posisi tiga).

“Saya rasa tidak, saya pikir Vettel hanya menahan Ricci selama satu detik  dan dia telah melakukan hal yang benar untuk tim. Dalam kasus mencoba mengejar Fernando (Alonso) kami telah mencobanya tetapi kami kehilangan kecepatan di trek lurus. Itu yang menjadi perbedaannya di sini (GP China),” tuntas bos Red Bull. (acf)

Cetak Hattrick, Hamilton: Ini Berkat Tim

Sports & News SHANGHAI – Terus menunjukkan performa gemilang di bawah setir Mercedes, membuat Lewis Hamilton yakin dirinya telah matang secara personal maupun profesional. Mantan driver McLaren ini bersyukur telah dikelilingi orang-orang yang selalu mendukung dan membuatnya nyaman.

Memang penampilan Hamilton di tiga seri terakhir mengundang decak kagum banyak pihak. Di mana juara dunia 2008 tersebut berhasil mencetak hattrick kemenangan di Grand Prix (GP) Sepang, GP Bahrain, dan GP China.

Prestasi tersebut tak terlepas dari keputusannya untuk meninggalkan McLaren pada 2013 dan berlabuh di bawah arahan Niki Lauda, Mercedes. Hal tersebut terlihat dengan dominasi Mercedes sepanjang seri F1 tahun ini di mana pembalapnya selalu keluar sebagai pemenang.

Apalagi saat ini The Boss-julukan Hamilton, hanya berjarak empat poin di belakang rekan satu timnya, Nico Rosberg dalam perburuan gelar juara F1.

“(Hasil) ini adalah kombinasi dari banyak hal, di antaranya adalah kehidupan saya saat ini, keluarga, kekasih di mana saya selalu berada di tempat dan orang yang tepat. Tahun ini saya dapat berpacu dengan mobil tanpa merasakan khawatir sedikit pun,” tutur Hamilton, diwartakan Crash, Senin (21/4/2014).

“Kami (Mercedes) telah lakukan start musim dengan sangat hebat. Saya sangat merasa nyaman dengan orang-orang yang bekerja sama di Mercedes tahun ini. Saya dapat bekerja sama dengan para teknisi tim, saya pikir kami telah melakukan pekerjaan yang hebat,” tuntasnya.